Minggu, 22 Maret 2015

Laporan KPM

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

UIN Ar-Raniry Banda Aceh merupakan bagian dari sistem Perguruan Tinggi di Indonesia, dimana setiap Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia memiliki program pengabdian pada masyarakat yang wajib dilaksanakan oleh setiap Mahasiswa. UIN Ar-Raniry sebagai salah satu Perguruan Tinggi, juga menerapkan sebagian dari sistem perguruan tersebut.
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan suatu aktivitas perkuliahan dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi sebagai perwujudan pengabdian kepada masyarakat yang wajib pelaksanannya kepada setiap mahasiswa yang ingin menyelesaikan studinya. KPM juga merupakan tuntutan dalam rangka merespon kebutuhan nyata masyarakat yang sarat dengan dinamika dan permasalahannya. Sesuai dengan tuntutan UIN Ar-Raniry masa depan, maka dipandang perlu mengembangkan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dalam bentuk dan program yang realistis, programatis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat khususnya di bidang keagamaan, pendidikan sosial dan budaya.
Melalui Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) inilah sasaran yang ingin dicapai baik bagi masyarakat untuk terbentuknya kemampuan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Bagi pemerintah bisa membantu mempercepat proses pembangunan yang dilaksanakan pemerintah antara lain dalam meningkatkan sumber daya manusia. Bagi mahasiswa sendiri dapat mendewasakan cara berpikir, bersikap dan bertindak serta melatih membiasakan mahasiswa menghadapi dan menyelesaikan masalah melalui kerja sama, dan bagi UIN Ar-Raniry sendiri mendapat masukan bagi penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) juga dapat menambah ilmu kemasyarakatan sekaligus mampu berbaur dalam berbagai macam dimensi kehidupan, sehingga diharapkan akan terjadi ikatan emosional antara mahasiswa dengan masyarakat, dan masyarakat dengan perguruan tinggi dimana kegiatan ini terbentuk. Selain itu KPM juga dilaksanakan guna melakukan transformasi informasi dan ilmu pengetahuan khususnya mengenai hal-hal yang menyangkut bidang keagamaan kepada masyarakat.
Pada KPM gelombang Mandiri ini, pihak P2M UIN Ar-Raniry menetapkan Kabupaten Aceh Besar sebagai lokasi pengabdian bagi mahasiswa. Penulis sendiri ditempatkan di Kecamatan Krueng Barona Jaya Meunasah Baktrieng.
Khusus di Kecamatan Krueng Barona Jaya, penempatan mahasiswa untuk periode Tahun Ajaran 2013/ 2014 gelombang mandiri pada 12  Desa yang ada di se-kecamatan Krueng Barona Jaya. Meunasah Baktrieng merupakan desa dimana penulis di tempatkan selama menjalani Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Berikut ini tabel penempatan mahasiswa KPM yang bertugas di Meunasah Baktrieng Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar :

Tabel 1
Nama-Nama Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Meunasah Baktrieng Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar
No.
Nama Mahasiswa

Nim

Fakultas
Jurusan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
M. Dahlan
Murtaza
Mohd Khair bin
Samsul Rizal
Asiah binti
Khairunnisak
Nidaul Hikmah





260919329
110908130
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan


Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Syariah dan Ekonomi Islam
 




PMA
SAS


B.     Visi dan Misi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)
Visi dari pelaksanaan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini  adalah terwujudnya sarjana dalam bidang ke Islaman yang memiliki sikap academi honesty dan academi integrity, sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang bermartabat, amanah, demokrasi, damai dan sejahtera.
Misi dari pelaksanaan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini  adalah :
a.       Misi Akademik: memadukan berbagai disiplin ilmu secara multi inter disipliner yang dikembangkan di UIN Ar-Raniry.
b.      Misi Sosial: pemberdayaan potensi masyarakat ke arah perubahan sosial, kemandirian dan pembebasan dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.
c.       Misi Syari`at: mengimplementasikan Syari`at Islam secara kaffah dalam hidup dan kehidupan masyarakat.

C.    Tujuan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)
Tujuan dari Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN Ar-Raniry adalah :
a.       Mempersiapkan calon sarjana yang lebih menghayati dan memahami kompleksitas permasalahan yang langsung dihadapi masyarakat dan memperluas wawasan pikiran serta belajar menanggulangi permasalahan secara praktis dan terpadu bersama masyarakat.
b.      Mengembangkan pengetahuan agama, sikap dan keterampilan mahasiswa melalui penerapan agama Islam, Teknologi dan Seni yang bernafaskan Islam secara langsung di masyarakat serta melatih mahasiswa untuk bekerja antar bidang keahlian secara terpadu.
c.       Membantu pemerintah dalam mempercepat proses pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dalam berbagai bidang khususnya bidang sosial keagamaan.
Adapun bentuk program kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari tiga yaitu: program kegiatan mandiri/pribadi, program kegiatan kelompok dan program kegiatan kecamatan. Sesuai tujuannya untuk mengabdi pada masyarakat, maka program-program ini dilakukan oleh peserta sebagai anggota masyarakat meskipun berada diluar disiplinnya.
Pelaksanaan KPM UIN Ar-Raniry, dikoordinir oleh Pusat Pengabdian pada Masyarakat (P2M). Dalam Pelaksanaan Program ini, pihak P2M menempatkan peserta KPM pada lembaga-lembaga / kelurahan-kelurahan yang sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing yang ditekuni oleh peserta, sehingga memudahkan peserta itu sendiri dalam melaksanakan KPM.





















BAB II
PERSIAPAN

A.    Pendaftaran dan Seleksi Peserta

1.   Pendaftaran Peserta
Sebelum Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) diseleksi dan dibekali, calon peserta KPM diwajibkan mendaftarkan diri pada panitia pelaksana KPM sebagai persyaratan administrasi dengan ketentuan sebagai berikut :
a.       Menyerahkan bukti terdaftar sebagai Mahasiswa aktif pada semester berjalan.
b.      Telah mengumpulkan dan menyelesaikan Mata Kuliah minimal 140 SKS dan menyerahkan fotocopi KRS serta memperlihatkan KRS asli.
c.       Persyaratan di atas dimasukkan ke dalam map folio, kemudian diserahkan kepada Panitia Pelaksana KPM IAIN Ar-Raniry. 

  1. Seleksi Peserta
Mahasiswa yang diterima sebagai salah seorang peserta KPM adalah mahasiswa yang telah lulus dari seleksi atau penyaringan yang khusus diadakan. Penyaringan dilakukan setelah terpenuhinya syarat-syarat administratif.

B. Pembekalan Peserta
Setelah dinyatakan lulus, terlebih dahulu diadakan pembekalan (coaching). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, yang meliputi ilmu-ilmu teoritis dan terapan yang diberikan pemateri, meliputi penggalian masalah, penyusunan proposal, implementasi kerja di lapangan, dan teknik penyusunan laporan. Pembekalan ini diikuti oleh peserta KPM selama dua hari. dari pagi sampai sore.

Adapun materi-materi pembekalan peserta secara keseluruhan adalah sebagai berikut
1.      Visi dan Misi UIN Ar-Raniry dalam rangka Dharma Pengabdian Kepada Masyarakat
2.      Orientasi KPM UIN Ar-Raniry
3.      Manajemen TPQ dan Teknik Pengajaran Metode Iqra’
4.      Pengetahuan Praktis Agama Islam/Praktek Ibadah
5.      Pembinaan Akhlaqul Karimah
6.      Pemberdayaan Masyarakat Desa
7.      Bank Syari’ah
8.      Tahyiz Mayit
9.      Teknik Penyusunan Program dan Pemilihan Macam-macam kegiatan
10.  Pelaksanaan Kegiatan Lapangan
11.  Penulisan Kegiatan Harian dan Sistematis Penilaian
12.  Teknik Penulisan Laporan Akhir.

C.   Pemberangkatan Peserta
Setelah dibekali dengan berbagai disiplin ilmu selama dua hari, barulah pada tanggal 18 November 2013 pukul 10.00 WIB peserta berkumpul di kantor Camat krueng Barona Jaya. Kemudian para peserta mengikuti acara penyerahan peserta KPM yang diserahkan kepada Bapak Camat Krueng Barona jaya Kabupaten Aceh Besar, yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada Bapak Keuchik Meunasah Baktrieng dimana penulis di tempatkan dalam rangka menyelesaikan mata Kuliah Pengabdian Masyarakat.

D.    Observasi dan Pemetaan Lapangan
Sebelum merealisasikan program, sangat diperlukan melakukan observasi lapangan dengan mencari data-data kongkrit dan valid. Hal ini untuk mensinergiskan antara proyeksi awal dengan situasi dan kondisi masyarakat, baik terkait dengan kondisi sosial dan kultur, lembaga-lembaga kemasyarakatan maupun birokrasi pemerintah yang ada. Sehingga dalam perumusan program yang akan direalisasikan bisa tepat kepada sasaran yang dituju.
Di samping tujuan di atas, observasi lapangan juga bertujuan supaya peserta KPM dapat mengambil langkah antisipatif untuk menanggulangi kemungkinan masalah yang akan dihadapi baik dalam lingkup internal peserta KPM sampai problematika yang terjadi di lingkungan masyarakat Meunasah Baktrieng. Hal ini diharapkan agar peserta KPM mampu menunjukkan peran dan fungsinya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pada prosesnya, observasi yang dilakukan peserta KPM di Meunasah baktrieng sebanyak tiga kali. Observasi dilakukan mulai dari tanggal 18 November sampai dengan 20 November 2013. Pada observasi tersebut peserta KPM melakukan pengamatan secara langsung tentang kondisi Meunasah Baktrieng, bersilaturrahmi kepada perangkat desa untuk mendapatkan kejelasan tentang kondisi Meunasah Baktrieng tersebut, baik mengenai kondisi alam, sosial dan kultur, maupun sosioantropologisnya.

E.     Penjemputan Peserta
Setelah berada selama 44 hari di lokasi di mana para peserta KPM ditempatkan, maka pada tanggal 31 Desember 2013 pukul 09.30 rombongan Peserta KPM meninggalkan Meunasah baktrieng menuju Kantor Camat Krueng Barona Jaya dan sampai di sana pukul 09.40 WIB. Kemudian diadakan penjemputan oleh panitia pelaksana KPM UIN Ar-Raniry yang diserahkan kembali oleh pihak kecamatan Krueng Barona jaya Kecamatan Aceh Besar.















BAB III
PROFIL DESA PENGABDIAN

A.    Deskripsi Lokasi Pengabdian
Berdasarkan hasil di lapangan tentang keadaan wilayah serta keadaan masyarakat Meunasah baktrieng Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar sebagai berikut :
1. Letak Geografis
Terbentuknya Gampong Dayah Beuah dengan alasan pada saat itu Gampong tersebut  terletak di kemukiman Beuah dan terletak dengan Dayah, Di gampong tersebut terdapat banyak pohon bambu yang bertebaran di pinggir sungai yang dijadikan sebagai tempat penahan air sungai agar tidak terjadi abrasi akibat air deras yang melanda desa Dayah Beuah dan sekitarnya. Gampong Dayah Beuah termasuk sebagai salah satu dari 64 desa di Kecamatan Delima. Gampong Mesjid Beuah merupakan daerah yang terletak di pinggir pasar Garut dan sungai, dengan luas wilayah ± 2370 H yang dipimpin oleh bapak Keuchik Ibrahim Syamaun Gambaran secara umum Gampong Dayah Beuah berbatasan dengan :
·         Sebelah Barat berbatasan dengan Bukit kurma
·         Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Dayah Baro          
·         Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Meunasah krueng Cot Beuah
·         Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Mesjid Beuah
Gampong Dayah Beuah merupakan gampong yang memiliki sawah yang besar dan terdapat banyak pohon muling, kelapa dan bambu dan, di karenakan daerah tersebut tanahnya masih belum tertanami oleh tumbuhan-tumbuhan lain.

2. Populasi Penduduk 
   Populasi penduduk secara kultural masih merupakan suku Aceh, Gampong Dayah Beuah memiliki jumlah penduduk 752 jiwa, dengan rincian 369 orang laki-laki dan 383 orang perempuan dengan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 190 KK. Mayoritas penduduk Meunasah Baktrieng beragama Islam, dengan kondisi perekonomian yang bisa dikatakan menengah kebawah, kebanyakan mereka bekerja sebagai pedagang perantauan keluar daerah. Sedangkan mata pencaharian sebahagian besar penduduk Gampong Mesjid Beuah adalah bercocok tanam (Tani) dan pengusaha yang bergerak dibidang pedagang, dan pegawai negeri sipil (PNS).

B. Keadaan Sosial Budaya dan Ekonomi Masyarakat
   Dalam aspek sosial kemasyarakatan, kepekaan sosial masyarakat sangat kental hal ini tampak dari keaktifan kerjasama masyarakat dalam gotong royong pembersihan gampong dan juga dalam ikatan kekeluargaan dalam menghadapi permasalahan dalam masyarakat. Begitu juga dengan budaya, karakteristik masyarakat Islam sangat kental hal ini tidak terlepas dari upaya-upaya yang di lakukan tokoh-tokoh masyarakat setempat dengan mendirikan Meunasah-meunasah pengajian untuk mengambil dan membawa mental serta spiritual masyarakat yang siap menyambut gaya hidup modernitas dengan tidak meninggalkan spirit kebudayaan Islam dalam kehidupan sosialnya.

Tabel 2
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin, Pekerjaan, dan Usia
di Gampong Dayah Beuah Kecamatan Delima  Kabupaten Pidie
No
Jenis Kelamin
Pekerjaan
Usia
Ket
LK
PR
Tani
PNS
Swasta
0-15
16-30
31-45
45/dst

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

369
383
343
3
26
98
301
232
121

Jlh.
752 orang
372
752

           
          Bila di tinjau dari sektor ekonomi masyarakat umumnya berada dalam status ekonomi menegah dan menegah ke bawah dengan kata lain secara statistik ekonomi masyarakat belum dikatagorikan mapan sepenuhnya, dengan mata pencaharian penduduk secara presentase petani pada urutan teratas kemudian di ikuti dengan Wiraswasta. Hampir semua penduduk gampong Dayah Beuah bermata pencaharian sebagai Petani.

C. Sarana dan Prasarana Desa
   Sarana dan prasarana serta profesionalisme pengelolanya merupakan hal yang sangat spesifik dalam menilai tingkat kemajuan suatu masyarakat.Gampong Dayah Beuah secara garis besar sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menjalankan pemerintahannya dengan baik, mulai dari prasarana untuk menjalankan pemerintahan Desa, pendidikan, agama,  kesehatan masyarakat dan keamanan umum.
Sarana yang telah ada dikelola dengan baik oleh pemimpin setempat serta mendapat dukungan yang baik dari lapisan masyarakat, salah satunya sangat tampak dari sektor keagamaan, dengan kerjasama dan motivasi keimanan yang tinggi, secara gotong royong tokoh masyarakat beserta semua lapisan masyarakat membersihkan bangunan Meunasah dan Mesjid. Meunasah ataupun Mesjid dimulti fungsikan salah satunya sebagai balai pendidikan spritual masyarakat. baik anak  ibu-ibu dan bapak-bapak.
Jadi dalam hal manajemen pemerintahan gampong bisa dikatakan masih tertinggal  baik berdasarkan hasil observasi lapangan, hal ini disebabkan karena gampong Dayah Beuah merupakan desa yang terletak  di pinggir pasar garut yang tidak terlalu  jauh dengan kecamatan Delima dan kota kabupaten Pidie.









Untuk lebih jelasnya sarana dan prasarana yang terdapat di Gampong Dayah Beuah dapat dilihat pada tabel berikut ini :   

Tabel 3
Sarana dan Prasarana Gampong Mesjid Beuah
No
Nama sarana
Bidang
Jumlah Unit
Kondisi
1.
Dayah
Agama
1
Dalam pembangunan
2.
Meunasah
Agama
1
Baik
3.
Lapangan bola kaki
Olahraga
1
Kurang baik
4.
Balai desa
Pemerintahan
1
Baik











Jumlah
4

Sumber : Kepala Desa periode 2011-2014