Kamis, 19 Maret 2015

Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

BAB I PENDAHULUAN
                                                                                                                      
1.1    Latar belakang
Klorofil merupakan pigmen fotosintesis yang dijumpai dalam kebanyakan tumbuhan, Alga, dan Cyanobakteria. Klorofil atau pigmen utama tumbuhan banyak dimanfaatkan manusia untuk membantu mengoptimalkan fungsi metabolik, sistem imunitas, detoksifikasi, meredakan radang (Inflamotorik) dan menyeimbangkan sistem hormonal (Limantara, 2007:1).
Klorofil juga merangsang pembentukan darah karena menyediakan bahan dasar dari pembentuk hemoglobin. Peran ini disebabkan karena struktur klorofil yang menyerupai struktur haemoglobin darah. Berbagai penelitian masa kini mengungkapkan mereka yang biasa mengkonsumsi makanan yang tinggi klorofil kualitas kesehatannya jauh lebih baik. Sekarang ini telah ada suplemen yang telah beredar yaitu liquid chlorophyll atau chlorophylin yang berbahan dasar ekstrak klorofil daun alfafa (Medicago sativa L). Suplemen tersebut sudah banyak diperdagangkan sebagai suplemen siap saji. Studi secara ekstensif sudah banyak dilakukan terhadap alfafa. Seluruh bagian tanaman ini mengandung komponen yang bersifat fungsional bagi tubuh, antara lain saponin, sterol, flavonoid, kuramin, alkanoid, vitamin, asam amino, gula, protein, mineral, dan komponen gizi lainnya (Setiari dan Nurchayati, 2009:2).
            Menurut Najiyati (1998:11), kebanyakan tanaman mempunyai pertumbuhan yang bagus pada kondisi kapasitas lapang. Kapasitas lapang adalah keadaan dimana air hanya berada dalam poripori mikro tanah dan disebut sebagai air tersedia, sedang pori-pori makro tanah ditempati oleh udara.
 Salah satu respons fisiologis tanaman terhadap kekurangan air adalah penurunan konsentrasi klorofil daun yang dapat disebabkan oleh pembentukan klorofil dihambat, penurunan enzim rubisco, dan terhambatnya penyerapan unsur hara, terutama nitrogen dan magnesium yang berperan penting dalam sintesis klorofil (Song Ai dan Banyo, 2011:166). Kekurangan air mengakibatkan perubahan di tingkat molekuler, seluler, fisiologi dan morfologi. Perubahan yang terjadi dapat berupa pengurangan volume sel, penurunan luas daun, penebalan daun, adanya rambut pada daun, perubahan ekspresi gen, perubahan metabolisme karbon dan nitrogen, perubahan produksi dan aktivitas enzim dan hormon, peningkatan sensitivitas stomata, penurunan laju fotosintesis (Winarno, 1991:19).
            Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber klorofil adalah selada. Tanama selada (Lactuca sativa L.) termasuk dalam famili Asteraceae yang merupakan tanaman semusim polimorf (memiliki banyak bentuk), khususnya dalam hal bentuk daunnya. Sebagian besar tanaman selada dimakan mentah dan merupakan sayuran salad yang populer karena warna, tekstur dan aromanya yang menyegarkan (Haryanto dkk., 2002:23). Jenis sayuran ini memiliki kandungan air tinggi dan mengandung zat-zat gizi khususnya vitamin (vitamin A, vitamin B dan vitamin C), serat dan mineral yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, sementara karbohidrat dan proteinnya rendah yaitu 2,9 g dan 1,2 g, sehingga tanaman selada merupakan tanaman yang potensial dikembangkan, karena mudahnya rasa sayuran ini diterima lidah (Rubatzky dan Yamaghuci, 1998:31).
            Adanya manfaat klorofil yang banyak tersebut, maka diperlukan suatu usaha untuk meningkatkan kandungan klorofil pada tanaman. Usaha peningkatan kandungan klorofil tersebut salah satunya bisa dilakukan dengan volume penyiraman yang sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam. Oleh karena itu perlu diketahui volume penyiraman yang tepat pada suatu tanaman agar pertumbuhan dan kandungan klorofilnya maksimal (Hendriyani dan Setiari, 2009:149).
 Berdasarkan latar belakang diketahui bahwa kandungan klorofil pada tanaman selada dapat ditingkatkan dengan volume penyiraman yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan peneltian mengenai “Kandungan Klorofil dan Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)  pada Volume Penyiraman yang Berbeda”.

1.2    Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat dikemukakan permasalahan yaitu “Bagaimanakah kandungan klorofil dan pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada volume penyiraman yang berbeda?”

1.3    Tujuan penelitian
Berdasarkan uraian rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui volume penyiraman yang tepat untuk tanaman selada (Lactuca sativa L.)  sehingga diperoleh kandungan klorofil dan pertumbuhan yang maksimal.

1.4    Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan akan memberikan informasi kepada masyarakat pada umumnya dan khususnya yang bergerak di bidang pertanian, dengan mengetahui volume penyiraman yang tepat untuk tanaman selada, dapat digunakan sebagai acuan dalam penyiraman sehingga dapat diperoleh kandungan klorofil dan pertumbuhan yang maksimal.[1]

1.5    Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh kandungan klorofil dan pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada volume penyiraman yang berbeda.

1.6  Definisi Operasional
Untuk menghindari kesalahpahaman dan penafsiran para pembaca, maka perlu dijelaskan istilah-istilah pokok yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun istilah-istilah yang akan dijelaskan adalah sebagai berikut:
1.      Kandungan adalah yang terkandung dalam daun tanaman bayam tersebut.
2.      Klorofil adalah  pigmen hijau yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan (Lakitan, 2008: 114).
3.      Pertumbuhan adalah  proses kenaikan volume yang bersifat irreversible yang disertai pertambahan ukuran berat serta tinggi.
4.      Volume yaitu air yang tersedia untuk proses penyiraman sesuai dengan jumlah yang telah ditentu.[2]



[1] http://kimia-dasar-asam-basa.blogspot.com
[2]Alamhayalantentangcinta.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar