BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Laktasi
Laktasi adalah
keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi
mengisap dan menata dan menekan ASI.
Laktasi merupakan bagian integral
dari siklus reproduksi mamalia termasuk manusi.Agar laktasi berjalan
baik,diperlukan manjemen yang baik dalam laktasi,meliputi perawatan
payudara,praktek menyusui yang benar,serta dikenalinya masalah dalam laktasi
dan penatalaksanaan nya.[1]
1.
Perawatan
Payudara
Sejak
kehamilan 6 - 8 minggu terjadi perubahan pada payudara berupa pembesaran
payudara, terasa lebih padat, kencang, sakit, dan tampak jelas gambaran
pembuluh darah dipermukaan kulit yang bertambah serta melebar. Kelenjar
Montgemery daerah aerola tampak lebih nyata dan menonjol.
Perawatan
payudara:
v Mengganti
BH sejak hamil usia 2 bulan dengan ukuran lebih sesuai dan dapat menopang
perkembangan payudara.
v Latihan
gerakan otot badan yang berfungsi menopang payudara untuk menopang produksi ASI dan mempertahankan
bentuk payudara setelah selesai masa laktasi.
Bentuk
latihan:
1) Duduk
sila dilatai
2) Tangan
kanan memegang bagian lengan bawah kiri (dekat siku)
3) Tangan
kiri memegang lengan bawah kanan
4) Angkat
kedua siku hingga sejajar pundak
5) Tekan
pegangan tangan kuat-kuat kearah siku sehingga terasa adanya tarikan pada otot dasar payudara.
v Menjaga
hygiene sehari-hari,termasuk payudara ,khusus daerah putting dan aerola.
v Setiap
mandi,putting susu dan aerola tidak di sabuni untuk menghindari keadaan kering
dan kapu akibat hilangnya pelumas yan dihasilkan kelenjar Montgomery.
v Lakukan
persiapan uting susu gar lentur,kuat dan tidak ada sumbatan sejak usia kehmian
7 bulan, setiap hari sebanyak 2 kali.[2]
Cara melakukannya:
1. Kompres
masing - masing puting susu selama 2 - 3 menit dengan kapas dibasahi minyak.
2. Tarik
dan putar puting kearah luar 20 kali, kearah dalam 20 kali untuk masing -
masing putting.
3. Pijat
daerah aerola untuk membuka saluran susu. Bila keluar cairan, oleskan keputing
dan sekitarnya.
4. Bersihkan
payudara den handuk lembut.
Mengoreksi puting susu yang datar / terbenam agar menyembur keluar dengan
bantuan pompa puting (nipple puller ) pada minggu terakhir kehamilan sehingga
siap untuk disusukan pada bayi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ibu hamil
sehat dan mampu menyusui bayi antara lain :
1. Gizi
ibu hamil.
Kebutuhan tambahan
kalori wanita hamil lebih kurang 285 kalori, disesuaikan dengan kebutuhan
wanita yang tidak sedang hamil /
menyusui, yaitu : wanita dengan kerja ringan 1.900 kalori / hari, kerja sedang
2,100 kalori / hari, dan kerja berat 2,400 kalori / hari. Kecukupan gizi
seimbang kira - kira 40 kalori / kg BB dengan komposisi protein 20 - 25%, lemak
10 - 25 %, dan karbohidrat 50 - 60% jumlah cairan yang perlu diminum tidak
banyak berbeda dari biasa, yaitu sekitar 2 liter / hari.
2. Istirahat.
Wanita hamil
sebaiknya tidur 8 jam sehari. Kegiatan dan gerakan sehari hari harus memperhatikan perubahan fisik dan
mental yang terjadi. Diantara waktu kegiatan diperlukan istirahat untuk [http://alamhayalantentangcinta.blogspot.com/] melemaskan
otot - otot. Bagi wanita bekerja. Perlu diatur agar cuti hamil dan bersalin
diambil sebanyak mungkin setelah bersalin sehingga dapat menyusui bayinya
selama mungkin sebelum bekerja.
3. Tidak
merokok dan menjauhi asap rokok orang lain. Tidak minum alkohol dan mengurangi
kopi serta minuman mengandung soda karena dapat mengurangi kemampuan usus
menyerap kalsium dan zat besi.
4. Pemakaian
obat selama hamil hanya atas petunjuk bidan atau dokter, terutama menjelang
persalinan agar tidak berpengaruh
terhadap proses laktasi.
5. Memperhatikan
dan memeriksakan diri bila ada keluhan pada daerah gigi mulut karena dapat
menjalar ke organ tubuh lain dan menganggu kehamilan.
6. Memperhatikan
kebersihan diri dan menggunakan pakaian nyaman , yaitu yang longgar, ringan
mudah dipakai dan menyerap keringat.
7. Sebaiknya
sejak kehamilan 3 bulan terakhir telah memilih dan mengenal dokter yang akan
mengawasi kesehatan anaknya kelak. Kerjasama antara tenaga penolong persainan
dan dokter anak harus dibina.
Reflek
- reflek puting dalam laktasi pada ibu :
1)
Reflek prolaktin
Sewaktu bayi
menyusui, rangsangan dari ujung saraf sensorik puting susu dikirim ke
hipotalamus yang akan memicu keluarnya hormone prolaktin yang kemudian
merangsang sel kelenjar memproduksi ASI. Menyusukan dengan kerap adalah cara
terbaik untuk mendapatkan ASI dalam jumlah banyak.
2) Let
down reflex
Keluarnya air
susu karena kontraksimioepitel sekeliling
duktus laktiferus dengan pengaruh oksitisin.
Terjadinya refek ini dipengaruhi jiwa ibu. Melalui reflek ini terjadi pula
kontraksi rahim yang membantu lepasnnya plasenta dan mengurangi pendarahan .Oleh karena itu, Setelah
dilahirkan bayi perlu segera disusukan ibunya jika mungkin.
Pada bayi sebagai berikut
:
v Rooting
reflek .
Bayi baru lahir
bila disentuh pipinya akan menoleh kearah sentuhan. Bila bibirnya dirangsang
atau disentuh dia akan membuka mulut dan berusaha mencari puting untuk menyusu.
v Reflek
mmengisap
Terjadi bila ada
sesuatu yang merangsang langit - langit dalam mulut bayi, bisanya puting susu.
v Reflek
menelan
Timbul bila ada
cairan rongga mulut.
Langkah
langkah menyusui yang baik dan benar :
1. Persiapan
mental dan fisik
Ibu
harus menyusui dalam keadaan yang tenang. Minum segelas air sebelum menyusui,
hindari menyusui dalam keadaan lapar dan haus.
2. Persiapan
tempat dan alat, seperti kursi dengan sandaran punggung dan tangan serta
bantalan untuk menopang tangan yang menggendong bayi.
3. Sebelum
menggendong bayi, tangan dicuci bersih. Sebelum menyusui, tekan daerah areola
diantara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2 - 3 tetes ASI. Kemudian
oleskan keseluruh puting dan areola. Cara menyusui yang terbaik adalah bila ibu
melepaskan ke 2 payudaranya dari pemakaian BH.
4. Susukan
bayi sesuai kebutuhan.
Jangan dijadwal,
biasanya kebutuhan terpenuhi dengan menyusui 2 - 3 jam. Setiap menyusui, lakukan
pada kedua payudara secara bergantian. Masing - masing selama kurang lebih 10
menit. Mulai selalu dengan payudara sisi yang terakhir disusui sebelumnya.
Periksa ASI sampai payudara terasa kosong.
5. Setelah
selesai, oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara
sebelum memakai BH untuk mencegah lecet. Hal ini dapat dilakukan sambil
menyangga bayi agar bersendawa. Mengendawakan bayi setelah menyusui harus
selalu dilakukan untuk mengeluarkan
udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.
Yang
perlu diperhatikan selama masa menyusui :
Ø Nutrisi
Walau umumnya keadaan gizi ibu hanya mempengaruhi
kuantitas dan bukan kualitas ASI. Konsumsi makanan sebaiknya tidak dibatasi.
Penurunan berat badan sesudah melahirkan jangan melebihi 0,5 kg setiap minggu.
Pada 6 bulan pertama masa menyusui saat bayi hanya mendapat ASI.
Ibu perlu tambahan nutrisi 700 kalori / hari. 6 bulan
selanjutnya 500 kalori. Dan tahun kedua 400 kalori. Dalam menu sehari – hari
ditambah makanan yang merangsang produksi ASI seperti daun pepaya karena jumlah
cairan lebih banyak. Ibu menyusui dianjurkan 8 - 12 gelas / hari.
Ø Istirahat
dan Tidur cukup
Ø Obat
- obatan
Ø Posisi
ibu atau bayi yang benar saat menyusui dapat dicapai bila bayi dapat menyusui
dengan tenang. Menempel betul pada ibu, mulut dan dagu bayi menempel betul pada
payudara. Dan mulut membuka lebar sehingga sebagian besar areola tertutup mulut
bayi. ASI dihisap pelan – pelan dengan kuat. Puting susu ibu tidak terasa sakit
dan puting lengan bayi berada pada satu garis lurus.
Ø Penilaian
kecukupan ASI pada bayi.
Bayi sejak lahir
sampai usia 4 – 6 bulan dianggap cukup mendapat ASI, bila berat badan lahir
pulih kembali setelah bayi berusia 2 minggu. Kenaikan berat badan dan tinggi
badan sesuai kurva pertumbuhan. Bayi banyak mengompol, sampai 6 kali atau lebih
dalam sehari. Tiap menyusui bayi, bayi menyusu dengan kuat, kemudian melemah
dan tertidur. Selain itu payudara ibu terasa lunak setelah menyusui dibanding
sebelum disusukan.
Ø Diluar
waktu menyusui jangan berikan dot atau empeng. Berikan ASI dengan sendok bila
ibu tidak dapat menyusui bayinya.
Ø Makanan
pendamping ASI (PASI) hendaknya diberikan mulai usia bayi 4 – 6 bulan. Bila ibu
bekerja, berikan pada jam kerja sehingga ASI dapat tetap diberikan saat ibu
dirumah.
Ø Penyepihan
bertahap dengan meningkat frekuensi makanan anak dan menurunkan frekuensi
pemberian ASI dalam kurun waktu 2 – 3 bulan.
Masalah
dalam laktasi
1.
Payudara
bengkak (engorgement ).
Payudara terasa lebih penuh atau tegang dan nyeri
sekitar hari ke 3 atau ke 4 sesudah melahirkan akibat stasis divena dan
pembuluh limfe. Tanda bahwa ASI mulai banyak disekresi sering terjadi pada
payudara yang elastisitasnya kurang. Bila tidak dikeluarkan, ASI menumpuk dalam
payudara sehingga areola menjadi lebih menonjol. Puting lebih datar dan sukar
dihisap oleh bayi. Kulit payudara nampak lebih merah mengkilat, ibu demam, dan
payudara terasa nyeri sekali.
Untuk pencegahan, susukan bayi segera setelah lahir
bila memungkinkan tanpa dijadwal (on dement). Keluarkan ASI dengan tangan atau
pompa bila produksi melebihi kebutuhan bayi. Lakukan perawatan payudara
persalinan secara teratur. Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara
lebih lembek sehingga puting lebih mudah ditangkap atau dihisap bayi.
Untuk mengurangi rasa sakit payudara, berikan kompres
dingin, agar bayi mudah dalam menghisap atau menangkap puting susu. Sebelum
menyusui berikan kompres hangat kira - kira 5 menit kemudian lakukan masase
dari tepi kearah puting sehingga ASI keluar. Setelah itu, baru susukan bayi.
Jangan berhenti menyusui dalam keadaan ini. Untuk mengurangi peningkatan
peredaran darah dan terjadinya stasis divena pembuluh limfe dalam payudara.
Lakukan pengurutan atau masase payudara, dimulai dari puting kearah korpus mammae.
2.
Kelainan
puting susu
Puting
susu datar. Bila areola dijepit antara jari telunjuk dan ibu jari dibelakang
puting susu. Puting normal akan menonjol keluar. Bila tidak berarti puting
datar saat laktasi puting menjadi lebih tegang atau menonjol karena rangsang
bayi. Menyebabkan otot polos puting berkontraksi. Namun, puting masih sulit
ditangkap atau diisap oleh mulut bayi.
Puting susu terpendam dan putting susu ditarik kedalam.
Dapat terjadi pada tumor dan penyempitan saluran air susu. Kelainan ini
seharusnya diketahui sejak hamil atau sebelumnya. Sehingga dapat diperbaiki
dengan gerakan menurut Hoffman,yaitu dengan meletakkan kedua jari telunjuk atau
ibu jari di areola mamae kemudian di urut atau masase ke arah berlawanan.
Keperawatan payudara prenatal dilakukan secara teratur. Bila tidak dapat
dikoreksi. ASI dikeluarkan dengan manual atau pompa. Kemudian diberikan dengan
sendok, gelas atau pipet.
3.
Putting susu nyeri
(Sore Nipple)dan Lecet (cracked Nipple)
Penyebabnya adalah :
· Putting
tidak masuk ke mulut bayi sampai areola.
· Iritasi
akibat membersihkan putting dengan sabun, lotion
http://kasanovastory.blogspot.co.id/2018/02/syamsul-rizal.html
BalasHapus