Sabtu, 21 Maret 2015

Makalah Laktasi

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Laktasi
Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi mengisap dan menata dan menekan ASI.
            Laktasi merupakan bagian integral dari siklus reproduksi mamalia termasuk manusi.Agar laktasi berjalan baik,diperlukan manjemen yang baik dalam laktasi,meliputi perawatan payudara,praktek menyusui yang benar,serta dikenalinya masalah dalam laktasi dan penatalaksanaan nya.[1]
1.      Perawatan Payudara
Sejak kehamilan 6 - 8 minggu terjadi perubahan pada payudara berupa pembesaran payudara, terasa lebih padat, kencang, sakit, dan tampak jelas gambaran pembuluh darah dipermukaan kulit yang bertambah serta melebar. Kelenjar Montgemery daerah aerola tampak lebih nyata dan menonjol.
Perawatan payudara:
v  Mengganti BH sejak hamil usia 2 bulan dengan ukuran lebih sesuai dan dapat menopang perkembangan payudara.
v  Latihan gerakan otot badan yang berfungsi menopang payudara untuk  menopang produksi ASI dan mempertahankan bentuk payudara setelah selesai masa laktasi.
Bentuk latihan:
1)      Duduk sila dilatai
2)      Tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri (dekat siku)
3)      Tangan kiri memegang lengan bawah kanan
4)      Angkat kedua siku hingga sejajar pundak
5)      Tekan pegangan tangan kuat-kuat kearah siku sehingga terasa adanya tarikan pada  otot dasar payudara.
v  Menjaga hygiene sehari-hari,termasuk payudara ,khusus daerah putting dan aerola.
v  Setiap mandi,putting susu dan aerola tidak di sabuni untuk menghindari keadaan kering dan kapu akibat hilangnya pelumas yan dihasilkan kelenjar Montgomery.
v  Lakukan persiapan uting susu gar lentur,kuat dan tidak ada sumbatan sejak usia kehmian 7 bulan, setiap hari sebanyak 2 kali.[2]
Cara melakukannya:
1.      Kompres masing - masing puting susu selama 2 - 3 menit dengan  kapas dibasahi minyak.
2.      Tarik dan putar puting kearah luar 20 kali, kearah dalam 20 kali untuk masing - masing putting.
3.      Pijat daerah aerola untuk membuka saluran susu. Bila keluar cairan, oleskan keputing dan sekitarnya.
4.      Bersihkan payudara den handuk lembut.
             
              Mengoreksi puting susu yang  datar / terbenam agar menyembur keluar dengan bantuan pompa puting (nipple puller ) pada minggu terakhir kehamilan sehingga siap untuk disusukan pada bayi.
Beberapa  hal yang perlu diperhatikan agar ibu hamil sehat dan mampu menyusui bayi antara lain :
1.      Gizi ibu hamil.
Kebutuhan tambahan kalori wanita hamil lebih kurang 285 kalori, disesuaikan dengan kebutuhan wanita  yang tidak sedang hamil / menyusui, yaitu : wanita dengan kerja ringan 1.900 kalori / hari, kerja sedang 2,100 kalori / hari, dan kerja berat 2,400 kalori / hari. Kecukupan gizi seimbang kira - kira 40 kalori / kg BB dengan komposisi protein 20 - 25%, lemak 10 - 25 %, dan karbohidrat 50 - 60% jumlah cairan yang perlu diminum tidak banyak berbeda dari biasa, yaitu sekitar 2 liter / hari.


2.      Istirahat.
Wanita hamil sebaiknya tidur 8 jam sehari. Kegiatan dan gerakan sehari  hari harus memperhatikan perubahan fisik dan mental yang terjadi. Diantara waktu kegiatan diperlukan istirahat untuk [http://alamhayalantentangcinta.blogspot.com/] melemaskan otot - otot. Bagi wanita bekerja. Perlu diatur agar cuti hamil dan bersalin diambil sebanyak mungkin setelah bersalin sehingga dapat menyusui bayinya selama mungkin sebelum bekerja.

3.      Tidak merokok dan menjauhi asap rokok orang lain. Tidak minum alkohol dan mengurangi kopi serta minuman mengandung soda karena dapat mengurangi kemampuan usus menyerap kalsium dan zat besi.

4.      Pemakaian obat selama hamil hanya atas petunjuk bidan atau dokter, terutama menjelang persalinan agar tidak berpengaruh  terhadap proses laktasi.

5.      Memperhatikan dan memeriksakan diri bila ada keluhan pada daerah gigi mulut karena dapat menjalar ke organ tubuh lain dan menganggu kehamilan.

6.      Memperhatikan kebersihan diri dan menggunakan pakaian nyaman , yaitu yang longgar, ringan mudah dipakai dan menyerap keringat.

7.      Sebaiknya sejak kehamilan 3 bulan terakhir telah memilih dan mengenal dokter yang akan mengawasi kesehatan anaknya kelak. Kerjasama antara tenaga penolong persainan dan dokter anak harus dibina.

Reflek - reflek puting dalam laktasi pada ibu :
1)      Reflek prolaktin
Sewaktu bayi menyusui, rangsangan dari ujung saraf sensorik puting susu dikirim ke hipotalamus yang akan memicu keluarnya hormone prolaktin yang kemudian merangsang sel kelenjar memproduksi ASI. Menyusukan dengan kerap adalah cara terbaik untuk mendapatkan ASI dalam jumlah banyak.
2)      Let down reflex
Keluarnya air susu karena kontraksimioepitel sekeliling duktus laktiferus dengan pengaruh oksitisin. Terjadinya refek ini dipengaruhi jiwa ibu. Melalui reflek ini terjadi pula kontraksi rahim yang membantu lepasnnya plasenta  dan mengurangi pendarahan .Oleh karena itu, Setelah dilahirkan bayi perlu segera disusukan ibunya jika mungkin.
Pada bayi sebagai berikut :
v  Rooting reflek .
Bayi baru lahir bila disentuh pipinya akan menoleh kearah sentuhan. Bila bibirnya dirangsang atau disentuh dia akan membuka mulut dan berusaha mencari puting untuk menyusu.
v  Reflek mmengisap
Terjadi bila ada sesuatu yang merangsang langit - langit dalam mulut bayi, bisanya puting susu.
v  Reflek menelan
Timbul bila ada cairan rongga mulut.

Langkah langkah menyusui yang baik dan benar :
1.      Persiapan mental dan fisik
Ibu harus menyusui dalam keadaan yang tenang. Minum segelas air sebelum menyusui, hindari menyusui dalam keadaan lapar dan haus.
2.      Persiapan tempat dan alat, seperti kursi dengan sandaran punggung dan tangan serta bantalan untuk menopang tangan yang menggendong bayi.
3.      Sebelum menggendong bayi, tangan dicuci bersih. Sebelum menyusui, tekan daerah areola diantara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2 - 3 tetes ASI. Kemudian oleskan keseluruh puting dan areola. Cara menyusui yang terbaik adalah bila ibu melepaskan ke 2 payudaranya dari pemakaian BH.


4.      Susukan bayi sesuai kebutuhan.
Jangan dijadwal, biasanya kebutuhan terpenuhi dengan menyusui 2 - 3 jam. Setiap menyusui, lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Masing - masing selama kurang lebih 10 menit. Mulai selalu dengan payudara sisi yang terakhir disusui sebelumnya. Periksa ASI sampai payudara terasa kosong.
5.      Setelah selesai, oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara sebelum memakai BH untuk mencegah lecet. Hal ini dapat dilakukan sambil menyangga bayi agar bersendawa. Mengendawakan bayi setelah menyusui harus selalu dilakukan  untuk mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.

Yang perlu diperhatikan selama masa menyusui :
Ø  Nutrisi
              Walau umumnya keadaan gizi ibu hanya mempengaruhi kuantitas dan bukan kualitas ASI. Konsumsi makanan sebaiknya tidak dibatasi. Penurunan berat badan sesudah melahirkan jangan melebihi 0,5 kg setiap minggu. Pada 6 bulan pertama masa menyusui saat bayi hanya mendapat ASI.
              Ibu perlu tambahan nutrisi 700 kalori / hari. 6 bulan selanjutnya 500 kalori. Dan tahun kedua 400 kalori. Dalam menu sehari – hari ditambah makanan yang merangsang produksi ASI seperti daun pepaya karena jumlah cairan lebih banyak. Ibu menyusui dianjurkan 8 - 12 gelas / hari.
Ø  Istirahat dan Tidur cukup
Ø  Obat - obatan
Ø  Posisi ibu atau bayi yang benar saat menyusui dapat dicapai bila bayi dapat menyusui dengan tenang. Menempel betul pada ibu, mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara. Dan mulut membuka lebar sehingga sebagian besar areola tertutup mulut bayi. ASI dihisap pelan – pelan dengan kuat. Puting susu ibu tidak terasa sakit dan puting lengan bayi berada pada satu garis lurus.



Ø  Penilaian kecukupan ASI pada bayi.
Bayi sejak lahir sampai usia 4 – 6 bulan dianggap cukup mendapat ASI, bila berat badan lahir pulih kembali setelah bayi berusia 2 minggu. Kenaikan berat badan dan tinggi badan sesuai kurva pertumbuhan. Bayi banyak mengompol, sampai 6 kali atau lebih dalam sehari. Tiap menyusui bayi, bayi menyusu dengan kuat, kemudian melemah dan tertidur. Selain itu payudara ibu terasa lunak setelah menyusui dibanding sebelum disusukan.
Ø  Diluar waktu menyusui jangan berikan dot atau empeng. Berikan ASI dengan sendok bila ibu tidak dapat menyusui bayinya.
Ø  Makanan pendamping ASI (PASI) hendaknya diberikan mulai usia bayi 4 – 6 bulan. Bila ibu bekerja, berikan pada jam kerja sehingga ASI dapat tetap diberikan saat ibu dirumah.
Ø  Penyepihan bertahap dengan meningkat frekuensi makanan anak dan menurunkan frekuensi pemberian ASI dalam kurun waktu 2 – 3 bulan.
Masalah dalam laktasi
1.      Payudara bengkak (engorgement ).
              Payudara terasa lebih penuh atau tegang dan nyeri sekitar hari ke 3 atau ke 4 sesudah melahirkan akibat stasis divena dan pembuluh limfe. Tanda bahwa ASI mulai banyak disekresi sering terjadi pada payudara yang elastisitasnya kurang. Bila tidak dikeluarkan, ASI menumpuk dalam payudara sehingga areola menjadi lebih menonjol. Puting lebih datar dan sukar dihisap oleh bayi. Kulit payudara nampak lebih merah mengkilat, ibu demam, dan payudara terasa nyeri sekali.
             
              Untuk pencegahan, susukan bayi segera setelah lahir bila memungkinkan tanpa dijadwal (on dement). Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa bila produksi melebihi kebutuhan bayi. Lakukan perawatan payudara persalinan secara teratur. Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara lebih lembek sehingga puting lebih mudah ditangkap atau dihisap bayi.
              Untuk mengurangi rasa sakit payudara, berikan kompres dingin, agar bayi mudah dalam menghisap atau menangkap puting susu. Sebelum menyusui berikan kompres hangat kira - kira 5 menit kemudian lakukan masase dari tepi kearah puting sehingga ASI keluar. Setelah itu, baru susukan bayi. Jangan berhenti menyusui dalam keadaan ini. Untuk mengurangi peningkatan peredaran darah dan terjadinya stasis divena pembuluh limfe dalam payudara. Lakukan pengurutan atau masase payudara, dimulai dari puting kearah korpus mammae.

2.      Kelainan puting susu
              Puting susu datar. Bila areola dijepit antara jari telunjuk dan ibu jari dibelakang puting susu. Puting normal akan menonjol keluar. Bila tidak berarti puting datar saat laktasi puting menjadi lebih tegang atau menonjol karena rangsang bayi. Menyebabkan otot polos puting berkontraksi. Namun, puting masih sulit ditangkap atau diisap oleh mulut bayi.
              Puting susu terpendam dan putting susu ditarik kedalam. Dapat terjadi pada tumor dan penyempitan saluran air susu. Kelainan ini seharusnya diketahui sejak hamil atau sebelumnya. Sehingga dapat diperbaiki dengan gerakan menurut Hoffman,yaitu dengan meletakkan kedua jari telunjuk atau ibu jari di areola mamae kemudian di urut atau masase ke arah berlawanan. Keperawatan payudara prenatal dilakukan secara teratur. Bila tidak dapat dikoreksi. ASI dikeluarkan dengan manual atau pompa. Kemudian diberikan dengan sendok, gelas atau pipet.

3.      Putting susu nyeri (Sore Nipple)dan Lecet (cracked Nipple)
Penyebabnya adalah :
· Putting tidak masuk ke mulut bayi sampai areola.
· Iritasi akibat membersihkan putting dengan sabun, lotion



[1] http://alamhayalantentangcinta.blogspot.com/
[2] Syamsul_rizal08@yahoo.com

1 komentar:

  1. http://kasanovastory.blogspot.co.id/2018/02/syamsul-rizal.html

    BalasHapus