DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN............................................................................. 1
A.
Latar Belakang ..................................................................................... 1
BAB II. PEMBAHASAN .............................................................................. 2
A. Semikonduktor Intrinsik................................................................. 2
B. Semikonduktor Ekstrinsik.............................................................. 3
1. Semikonduktor Jenis-n............................................................. 4
2. Semikonduktor Jenis-p............................................................. 5
BAB II. KESIMPULAN ............................................................................... 6
BAB III. KESIMPULAN .............................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Semikonduktor adalah bahan dasar untuk komponen
aktif dalam alat elektronika, digunakan misalnya untuk membuat dioda,
transistor, dan IC (integrated circuit). Yang disebut terakhir merupakan
komponen aktif yang banyak transistor dan resistor dalam sekeping Kristal
semikonduktor dengan dengan ukuran dibawah 1mm2.
Bahan semikonduktor yng paling banyak digunakan
adalah Kristal silikon. Dahulu orang juga menggunakan unsure germanium. Kedua
unsure itu merupakan kelompok IV dalam susunan berkala. Kristal
gallium-arsenida yang berbentuk dari unsur gallium dan arsen mempunyai sifat
seperti unsur kelompok IV, sehingga dapat pula digunakan untuk membentuk bahan semikonduktor
. Kristal ini kini banyak digunakan untuk membuat lampu LED yang dipakai untuk
lampu penunjuk dan laser diode.kristal gas juga digunakan untuk membuat
transistor yang dapat bekerja hingga daerah frekuensi tinggi, yaitu dalam
daerah gelombang mikro. Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena
konduktansinya yang dapat diubah-ubah.
BAB
II
PEMBAHASAN
Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan
konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor.
Semikonduktor disebut juga bahan setengah penghantar listrik. Semikonduktor
mempunyai susunan pita energi yang mirip dengan pita energi isolator. Padasuhu
rendah, pita konduksi semikonduktor tidak terisi oleh elektron. Diantara pita
konduksi dan pita valensi juga terdapat celah energi. Namun celah ini mempunyai
jarak yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan celah pada isolator.
Pada umumnya semikonduktor bersifat sebagai isolator
pada suhu dekat 0oC dan pada suhu kamar bersifat sebagai konduktor.
Bahan semikonduktor murni, yaitu yang terdiri dari unsur silikon saja atau
unsur germanium saja disebut semikonduktor intrinsik.
Semikonduktor yang digunakan untuk membuat dioda dan
transistor terdiri dari campuran bahan semikonduktor intrinsik dengan unsur
kelompok V atau kelompok III. Semikonduktor itu disebut semikonduktor
ekstrinsik.
A.
Semikonduktor
Intrinsik
Semikonduktor intrinsik adalah semikonduktor yang
belum disisipkan atom-atom lain (atom pengotor). Kristal semikonduktor silikon
intrinsik terdiri dari atom silikon yang termasuk dalam kelompok IV pada
susunan berkala. Tiap atom silikon mempunyai empat buah elektron valensi. Atom
silikon menempati kisi-kisi dalam kristal. Tiap atom Si terikat dengan empat
buah atom silikon lain, dan membentuk ikatan kovalen. Pada keadaan ini semua
elektron terikat pada atom. Walaupun didalam kristal diberimedan listrik, elektron
tetap terikat dalam ikatan kovalen, sehingga tidak ada muatan yang bergerak.
Ini berati tidak ada muatan yang bergerak. Ini berarti tidak arus walaupun diberi beda potensial atau bahan
bersifat sebagai isolator.
Pada suhu kamar banyak elektron valensi yang
terlepas dari ikatan kovalen karna
terjadinya getaran atom. Dikatakn sebagai elektron valensi menjadi elektron
bebas oleh eksitasi termal. Makin tinggi suhu makin banyak pula elektron bebas.
Jika didalam bahan diberi medan listrik, yaiu dengan memberikan beda potensial
antara kedua ujung kristal, elektron ini akan bergerak menjadi aliran atau arus
listrik. Makin tinggi suhu makin banyak elektron bebas yang terjadi dan makin
besar pula arus yang mengalir untuk beda potensial yang sama yang berarti makin
rendah hambatannya.
Pada semikonduktor intrinsik aliran
listrik disebabkan oleh gerak elektron
intrinsik dan lubang intrinsik.konsentrasi elektron dan lubang intrinsik
bergantung pada bahan dan suhu. Elektron valensi atom germanium lebih mudah
tereksitasi termik menjadi elektron electron bebas dari pada elektron valensi
pada atom silikon. Ini berhubungan dengan adanya pita-pita energi untuk
elektron di dalam Kristal semikondutor.
Dalam atom bebas elektron hanya
dapat mempunyai nilai energi tertentu saja. Dikatakan elektron hanya dapat
berada pada tingkat energy tertentu. Dalam Kristal semikonduktor oleh karena
atom-atom terletak berdekatan di dalam susunan yang berkala, maka elektron
dapat berada pada pita-pita energi. Oleh adanya prinsip Pauli yang menyatakan
bahwa tiap keadaan orbital atom hanya dapat berisi dua buah elektron saja, maka
semikonduktor pita-pita energi yang bawah akan teisi penuh hingga suatu pita
energi tertentu. Oleh karena setiap atom mempunyai empat buah elektron valensi,
maka ada satu pita energi yang terisi penuh, dan pita energi berikutnya kosong.
B.
Semikonduktor
Ekstrinsik
Semikonduktor ekstrinsik semikonduktor yang sudah
dimasukkan sedikit doping. Akibat doping ini maka hambatan jenis semikonduktor
mengalami penurunan. Semikonduktor jenis ini terdiri dari dua macam, yaitu
semikonduktor tipe-p yaitu pembawa muatan hole dan tipe-n yaitu pembawa muatan elektron.
semikonduktor yang digunakan untuk membuat dioda dan
transistor adalah semikonduktor ekstrinsik, yang dibuat dari campuran bahan
semikonduktor intrinsik dengan atom atom unsur dari kelompok III atau kelompok
V dalam susunan berkala.
1. Semikonduktor
jenis n
Campuran
bahan semikonduktor intrinsik dengan atom unsur kelompok V dalam susunan
berkala mengandung lebih banyak elektron dari pada lubang, sehingga membawa muatan
bebasnya bermuatan negatif. Semikonduktor ekstrinsik yang dibuat dengan bahan
ini disebut semikonduktor jenis n. semikonduktor jenis n menggunakan bahan
semikonduktor intrinsik yang dicampur misalnya dengan atom As (kelompok V) atom
campuran ini akaan menempati lokasi atom intrinsik di dalam kisi kristal
semikonduktor.
Atom As mempunyai lima buah elektron
valensi,sehingga dalam ikatan kovalen dengan atom silikon di dalam Kristal
terdapat kelebihan satu elektron valensi. Elektron ini terikat sangat lemah dan
mudah sekali terlepas, dan disebut elektron donoratau elektron
ekstrinsik.sedangkan atom As disebut atom donor. Pada suhu kamar jumlah
elektron bebs pada semikonduktor jenis-n jauh lebih besar dari pada jumlah
lubang. Oleh karena itu elektron bebas di dalam semikonduktor jenis-n disebut
pembawa mayoritas, dan lubang disebut pembawa muatan minoritas.
2. Semikonduktor
jenis p
semikonduktor intrinsik dengan atom unsur dari
kelompok III dalam susunan berkala mengandung lebih banyak lubang dari pada
elektron. akibatnya pembawa muatan bebas yang utama bermuatan positif.
Semikonduktor yang dibuat dengan bahan campuran seperti ini disebut jenis
konduktor jenis p. Pada semikonduktor
jenis-p, atom dari kelompok III dalam susunan berkala misalnya gallium,
disisipkan ke dalam Kristal semikonduktor intrinsik.
Oleh karena galium
termasuk kelompok III pada susunan berkala, atom Ga mempunyai tiga buah
elektron Valensi. Akibatnya, dalam bergandengan dengan atom silikon di dalam
Kristal atom Ga memerlukan satu elektron lagi untuk berpasangan dengan atom Si.
Karena itu atom Ga mudah menangkap elektron, sehingga disebut sebagai atom
akseptor. Jika ini terjadi atom akseptor menjadi kelebihan elektron sehingga
menjadi bermuatan negatif. Hal ini dikatakan atom akseptor terionkan.
Pada semikonduktor jenis-p, lubang merupakan pembawa
muatan yang utama, sehingga disebut pembawa muatan mayoritas dan elektron bebas merupakan pembawa muatan
minoritas.
BAB III
KESIMPULAN
Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan
konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor.
Semikonduktor disebut juga bahan setengah penghantar listrik. Semikonduktor
mempunyai susunan pita energi yang mirip dengan pita energi isolator. Padasuhu
rendah, pita konduksi semikonduktor tidak terisi oleh elektron. Diantara pita
konduksi dan pita valensi juga terdapat celah energi. Namun celah ini mempunyai
jarak yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan celah pada isolator.
Semiknduktor dibagi 2 yaitu
1. Semikonduktor
intrinsik adalah semikonduktor yang belum disisipkan atom-atom lain (atom
pengotor). Kristal semikonduktor silikon intrinsik terdiri dari atom silikon
yang termasuk dalam kelompok IV pada susunan berkala.
2. Semikonduktor
ekstrinsik semikonduktor yang sudah dimasukkan sedikit doping. Akibat doping
ini maka hambatan jenis semikonduktor mengalami penurunan. Semikonduktor jenis
ini terdiri dari dua macam, yaitu semikonduktor tipe-p yaitu pembawa muatan
hole dan tipe-n yaitu pembawa muatan elektron.
semikonduktor yang
digunakan untuk membuat dioda dan transistor adalah semikonduktor ekstrinsik,
yang dibuat dari campuran bahan semikonduktor intrinsik dengan atom atom unsur
dari kelompok III atau kelompok V dalam susunan berkala
Tidak ada komentar:
Posting Komentar